Membangun Listrik Pedesaan

Senin, 27 Mei 2013 09:00 WIB

Dua warga Kesepuhan Adat Ciptagelar mengoperasikan sebuah stasiun radio di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Pelestarian seni dan budaya kini semakin digalakan oleh Pengurus Kesepuhan Adat Ciptagelar yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat, salah satunya melalui pendirian CIGA TV. Paska direhabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Ciganas oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama), diharapkan Stasiun CIGA TV dapat memberikan kontribusi pelestarian dan komunikasi kepada seluruh masyarakat adat setempat.
Dua warga Kesepuhan Adat Ciptagelar mengoperasikan sebuah stasiun radio di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Pelestarian seni dan budaya kini semakin digalakan oleh Pengurus Kesepuhan Adat Ciptagelar yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat, salah satunya melalui pendirian CIGA TV. Paska direhabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Ciganas oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama), diharapkan Stasiun CIGA TV dapat memberikan kontribusi pelestarian dan komunikasi kepada seluruh masyarakat adat setempat.
Anak-anak Kesepuhan Adat Ciptagelar berada di taman bacaan di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013).
Anak-anak Kesepuhan Adat Ciptagelar mendalang wayang yang terbuat dari sampah organik di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Penampilan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur akan hasil panen yang melimpah dan aliran listrik di rumah mereka yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat. Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di Ciganas, sebelumnya rusak akibat banjir besar tahun 2002 telah direhabilitasi oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama.
Dua warga Kesepuhan Adat Ciptagelar mengoperasikan sebuah stasiun radio di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Pelestarian seni dan budaya kini semakin digalakan oleh Pengurus Kesepuhan Adat Ciptagelar yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat, salah satunya melalui pendirian CIGA TV. Paska direhabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Ciganas oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama), diharapkan Stasiun CIGA TV dapat memberikan kontribusi pelestarian dan komunikasi kepada seluruh masyarakat adat setempat.
Dua warga Kesepuhan Adat Ciptagelar mengoperasikan sebuah stasiun radio di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Pelestarian seni dan budaya kini semakin digalakan oleh Pengurus Kesepuhan Adat Ciptagelar yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat, salah satunya melalui pendirian CIGA TV. Paska direhabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Ciganas oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama (Sewatama), diharapkan Stasiun CIGA TV dapat memberikan kontribusi pelestarian dan komunikasi kepada seluruh masyarakat adat setempat.
Anak-anak Kesepuhan Adat Ciptagelar berada di taman bacaan di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013).
Anak-anak Kesepuhan Adat Ciptagelar mendalang wayang yang terbuat dari sampah organik di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Penampilan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur akan hasil panen yang melimpah dan aliran listrik di rumah mereka yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat. Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di Ciganas, sebelumnya rusak akibat banjir besar tahun 2002 telah direhabilitasi oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama.

Photographer

sds - Dokumentasi PT Sumberdaya Sewatama

Lokasi

Desa Ciganas, Jawa Barat,

Kategori

energi

Anak-anak Kesepuhan Adat Ciptagelar mendalang wayang yang terbuat dari sampah organik di Desa Ciganas, Jawa Barat, Sabtu (25/5/2013). Penampilan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur akan hasil panen yang melimpah dan aliran listrik di rumah mereka yang berada di lokasi terpencil di Jawa Barat. Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro (PLTMH) yang berada di Ciganas, sebelumnya rusak akibat banjir besar tahun 2002 telah direhabilitasi oleh relawan pita oren PT Sumberdaya Sewatama.
 

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentar disclaimer