Tag :

travel

  • Intip Liburan Luna Maya di Luar Negeri

    Luna Maya menghabiskan waktu liburan di luar negeri. Ia memilih gaya kasual yang tetap membuat penampilannya terlihat kece. Penasaran lihat penampilan Luna Maya? Yuk, intip juga potret liburan Luna Maya ke luar negeri! Foto: Instagram lunamaya Baca Juga : 5 Outfit Boyish ala Luna Maya, Gayanya Tetap Seksi!

    28 September 2019
  • Sensasi Wisata Offroad Jelajah Perkebunan di Atas Bukit Malang

    Wisatawan menjajal medan offroad di kawasan wisata Kota Batu, Jawa Timur, Jumat 27 September 2019. Wisata jelajah medan offroad di Kota Wisata Batu menjadi salah satu daya tarik, karena wisatawan diajak melihat lokasi-lokasi pertanian, wisata alam, dan argowisata di kawasan tersebut. Foto: Okezone Dede Kurniawan

    27 September 2019
  • Serunya Wisata Memetik Apel Batu Malang

    Wisatawan memetik apel saat tur wisata di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat 27 September 2019. Wisata petik apel merupakan salah satu daya tarik di Kota Batu, di mana wisatawan bisa memakan langsung apel di tempat atau membawa pulang apel dengan membayar Rp25.000 - Rp30.000 per kilogram. Foto: Okezone Dede Kurniawan

    27 September 2019
  • Pringgasela Kecantikan Alam Lombok Timur dalam Fashion Show

    Model memperagakan busana karya desainer Denny Wirawan dalam fashion show di Jakarta, Rabu 25 September 2019. Koleksi bertajuk Pringgasela ini diambil dari nama sebuah desa di Lombok Timur, di mana masyarakatnya yang hidup selaras dengan alam serta masih menjaga warisan budaya leluhur mereka berupa Wastra Tenun Sumba. Kecintaan terhadap kain tradisional Indonesia dan semangat untuk membawa wastra nusantara ke panggung fashion ini kembali menyatukan Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Denny Wirawan untuk mengangkat kain tradisional dengan sentuhan modern agar dapat diterima oleh lintas generasi, khususnya generasi muda. Foto: Okezone Heru Haryono

    25 September 2019
  • Bule-Bule di Festival Jatiluwih 2019

    Turis mancanegara mengunjungi Festival Jatiluwih 2019, di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu 22 September 2019. Festival Jatiluwih 2019 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Selain beragam tarian tradisional, pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan musisi lokal yang berkolaborasi dengan musisi nasional dan internasional. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam style type "text css" p.p1 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 p.p2 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 min-height: 14.0px style

    23 September 2019
  • Serunya Berburu Kuliner Khas Bali di Festival Jatiluwih 2019

    Seorang pedagang menunjukkan kuliner khas Bali saat berlangsungnya Festival Jatiluwih 2019, di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu 22 September 2019. Beragam kuliner khas Bali dijajakan pedagang di lokasi ini, antara lain Laklak, Nasi Campur, dan Tipat Cantok. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam style type "text css" p.p1 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 p.p2 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 min-height: 14.0px style

    23 September 2019
  • Sehat dengan Senam Bersama Ibu PKK di Festival Jatiluwih 2019

    Sekumpulan ibu PKK mengikuti senam di Festival Jatiluwih 2019, di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu 22 September 2019. Selain senam, ada juga Joged Bumbung pada hari terakhir Festival Jatiluwih 2019. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam style type "text css" p.p1 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 p.p2 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 min-height: 14.0px style

    23 September 2019
  • Pesona Patung Bambu Dewi Sri pada Festival Jatiluwih saat Malam Hari

    Patung Dewi Sri dihiasi sinar lampu, pada Festival Jatiluwih di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sabtu 21 September 2019. Patung ini terbuat bambu, dengan anggaran sekira Rp25 juta. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam

    22 September 2019
  • Tari Merak pada Festival Jatiluwih 2019

    Penari melakukan gerakan Tari Merak pada Festival Jatiluwih 2019 di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sabtu 21 September 2019. Festival Jatiluwih 2019 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Selain aneka tarian tradisional, pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan musisi lokal yang berkolaborasi dengan musisi nasional dan internasional. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam

    22 September 2019
  • Aksi Panggung Keroncong Jancuk pada Festival Jatiluwih 2019

    Keroncong Jancuk memeriahkan Festival Jatiluwih 2019 hari kedua, di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sabtu 21 September 2019. Festival Jatiluwih 2019 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Selain beragam tarian tradisional, pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan musisi lokal yang berkolaborasi dengan musisi nasional dan internasional. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam

    22 September 2019
  • Penampilan Rio Sidik Quentet feat Marina di Festival Jatiluwih 2019

    Rio Sidik Quentet feat Marina tampil pada hari kedua Festival Jatiluwih 2019 di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Sabtu 21 September 2019. Festival Jatiluwih 2019 menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Selain beragam tarian tradisional, pengunjung juga bisa menyaksikan penampilan musisi lokal yang berkolaborasi dengan musisi nasional dan internasional. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Diiringi 400 Penari Rejang Kesari Kolosal, Festival Jatiluwih 2019 Resmi Dibuka

    22 September 2019
  • Tari Rejang Kesari Kolosal Festival Jatiluwih 2019 Libatkan 400 Penari

    Penari membawakan Tari Rejang Kesari Kolosal pada acara Festival Jatiluwih 2019 di Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Jumat 20 September 2019. Sebanyak 400 penari dilibatkan pada Tari Rejang Kesari Kolosal ini. Festival Jatiluwih berlangsung selama tiga hari 20-22 September 2019 . Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Puncak Perayaan Festival Jatiluwih 2019 Siap Digelar https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 19 406 2106892 puncak-perayaan-festival-jatiluwih-2019-siap-digelar

    21 September 2019
  • Ini Spot-Spot Foto yang Instagramable di Festival Jatiluwih 2019

    Model bernama Pande Dwi Maheni berpose di salah satu spot foto yang instagramable pada Festival Jatiluwih 2019 di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Jumat 20 September 2019. Ada beberapa spot foto instagramable di festival tersebut, antara lain: taman bunga matahari, sangkar burung, anyaman jerami berbentuk perahu, anyaman jerami berbentuk rumah, mural, rumah dari bambu, glamping, dan lumbung. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Diiringi 400 Penari Rejang Kesari Kolosal, Festival Jatiluwih 2019 Resmi Dibuka https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 20 406 2107503 diiringi-400-penari-rejang-kesari-kolosal-festival-jatiluwih-2019-resmi-dibuka

    21 September 2019
  • Diawali Pemukulan Gong, Festival Jatiluwih 2019 Resmi Digelar

    Tenaga Ahli Menpar bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata I Gde Pitana disaksikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, memukul gong pada pembukaan Festival Jatiluwih 2019 di Amphiteater Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali, Jumat 20 September 2019. Ragam kegiatan menarik dapat dinikmati pengunjung maupun masyarakat yang datang ke lokasi acara. Festival ini dimeriahkan sejumlah pengisi acara, seperti Gus Teja, Nosstress, Balawan, Jun Bintang, Keroncong Jancuk, Planet Bamboo Band, Emoni, Robi Navicula, Rio Sidik Quentet, dan Rombong Rege. Ada pula beragam jenis tarian khas Bali yang dapat disaksikan pengunjung. Foto: Okezone Feri Usmawan Baca Juga: Diiringi 400 Penari Rejang Kesari Kolosal, Festival Jatiluwih 2019 Resmi Dibuka https: lifestyle.okezone.com read 2019 09 20 406 2107503 diiringi-400-penari-rejang-kesari-kolosal-festival-jatiluwih-2019-resmi-dibuka

    21 September 2019
  • Serunya Bermain Skateboard di Taman Spot Budaya Dukuh Atas

    Warga bermain skateboard di Taman Spot Budaya, Dukuh Atas, Jakarta, Jumat 13 September 2019 malam. Taman Spot Budaya Dukuh Atas ini merupakan salah satu program Pemprov DKI Jakarta untuk menyediakan ruang ketiga bagi warga Jakarta agar seluruh lapisan masyarakat bisa berkumpul dan berinteraksi bersama. Foto: Okezone Arif Julianto

    14 September 2019
  • Warna-warni Kincir Angin yang Instagramable ala Wisata Bumi Kitiran

    Berawal dari kurang produktifnya lahan jeruk yang dimiliki seorang petani di Dusun Binangun, Desa Bumiaji, Kota Batu bernama Sukaji Widyantoko, ia menyulap 8.000 meter lahan jeruknya menjadi ribuan kincir angin warna-warni. Sebanyak 25 ribu kincir angin yang terpasang di sebilah bambu dengan ketinggian 60-70 cm ini membuat suara irama yang khas kala angin bertiup menggerakkan kincir. Objek wisata ini dibuat selama dia bulan dan baru dibuka pada 18 Agustus 2019. Setidaknya 100 pengunjung per harinya dan 300 pengunjung di akhir pekan, menikmati destinasi wisata yang berada di kaki Gunung Arjuno ini. Foto: Okezone Avirista Midaada

    28 Agustus 2019
  • Kawasan Kota Lama Semarang Siap Jadi Tuan Rumah Event Pariwisata

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR telah menyelesaikan penataan Kawasan Kota Lama Semarang KKLS tahap I. KKLS dikenal karena bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa sebagai pusat perdagaaan pada masa Hindia Belanda. Penataan yang dilakukan membuat kondisi jalan dan pedestrian di kawasan seluas 22 hektare ini menjadi rapi dengan paving block dengan dilengkapi pembatas. KKLS juga dilengkapi street furniture dimana di samping sebagai fasilitas pendukung juga menjadi spot wisatawan berswafoto. Foto: Okezone Pool Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

    26 Agustus 2019
  • Keseruan Youtuber Arief Muhammad dan Istri ke Belitung

    Belum lama ini Youtuber Arief Muhammad dan sang istri, Tiara Pangestika, pergi berlibur ke Pulau Belitung. Keduanya memang diketahui suka meluangkan waktu untuk pergi menjelajah destinasi wisata, baik di dalam negiri maupun luar negeri. Selama di Belitung, Arief mengunjungi beberapa pulau, salah satunya Pulau Leebong. Bermacam-macam kegiatan yang mereka lakukan selama berlibur salah satunya mencoba paddling bersama sang istri.

    20 Agustus 2019
  • Warna-warni 3D Mapping Projection HUT ke-74 RI di Tugu Monas

    Pengunjung mengabadikan 3D Mapping Projection di Monumen Nasional Monas , Jakarta Pusat, Minggu 18 Agustus 2019. Pertunjukan bertajuk Nyalakan Indonesia Simfoni Kemerdekaan ini digelar dalam rangka merayakan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    19 Agustus 2019
  • Ragam Lampu Berdiorama di Festival of Light Monas

    Pengunjung menikmati Festival of Light di kawasan Monumen Nasional Monas , Jakarta. Festival tersebut dihadirkan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-74. Ragam lampu berdiorama khas Museum Sejarah Nasinal dihadirkan pada festival yang digelar gratis. Festival ini berlangsung dari 15 Agustus sampat 25 Agustus 2019 mendatang. Foto: Instagram dkijakarta

    18 Agustus 2019
  • Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional #2

    Pengunjung melihat karya seni pada Pameran Seni Rupa Koleksi Nasional 2 di Galeri Nasional, Jakarta, Jumat 16 Agustus 2019. Pameran yang berlangsung hingga 31 Agustus mendatang tersebut, menampilkan koleksi negara yang jarang dipublikasikan, dikerjakan dalam periode peralihan antara tahun 1950-an hingga 1980-an, yang merupakan titik penting dalam perkembangan seni rupa modern Indonesia. Karya-karya tersebut merupakan koleksi milik instansi dan institusi pemerintah Republik Indonesia: Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Sejarah Jakarta, dan Museum Bank Indonesia.

    16 Agustus 2019
  • Kado dari Kota Kiev Ukraina Hiasi Taman Cattleya Jakarta Barat

    Warga melintasi patung Anne de Kiev di Taman Cattleya, Jakarta Barat, Kamis 15 Agustus 2019. Patung setinggi 140 cm ini merupakan kado ulang tahun ke-492 Kota Jakarta dari Kota Kiev, Ukraina. Replika patung Anne de Kiev ini menjadi simbol persahabatan sister city Kiev & Jakarta . Patung berbahan perunggu artistik khusus ini merupakan karya pematung Mr. Konstantin Skrytutski, dibuat berdasarkan patung asli yang berada di Ukraina.

    15 Agustus 2019
  • Kisah Burung Elang pada Seleksi Ukiran Pesta Budaya Asmat 2019

    Asmat merupakan salah satu suku di Papua Selatan yang mendunia sejak era 60-an karena seni pahatnya. Berbeda dengan kebanyakan seni ukir lain, para seniman Asmat memahat tanpa pola yang disiapkan sebelumnya. Lebih dari itu, seni pahat Suku Asmat digemari para pemburu seni karena ukiran yang sarat falsafah hidup dan personifikasi dunia roh. Sabtu 10 8 , panitia Pesta Budaya Asmat 2019 menggelar seleksi perdana di Pirimapun ibukota Distrik Safan Kabupaten Asmat. Lebih dari 100 seniman-seniwati dari 3 distrik: Safan, Kopay dan Pantai Kasuari mengikuti seleksi dan nominasi ukiran dan anyaman. Emerickus Sarkol ketua panitia memimpin langsung proses seleksi. "Sebagai seniman, kita harus berjiwa besar menerima hasil seleksi. Bila Anda tidak lolos maka harus mengakui kelebihan seniman lain dan menyiapkan hasil karya terbaik untuk tahun berikit," kata Erick di awal kegiatan. Bertempat di lapangan Gereja Katolik Pirimapun, para 'wowipits,' sebutan khas seniman pahat Asmat menanti penuh harap siapa yang ternominasi. Setelah 3 jam akhirnya 35 ukiran terbaik dan 12 kerajinan tangan ibu-ibu siap mewakili ketiga distrik menuju puncak festival yang akan digelar di Agats ibukota Kabupaten Asmat, pada 20-26 November mendatang. Wajah Kaspar Kurum berseri-seri. Dia mengelus-elus karyanya usai nomor 019 dijatuhkan Erick Sarkol di atas ukirannya. Seniman muda asal Kampung Yaptambor Distrik Safan ini kemudian membawa jenis patung cerita itu kepada panitia untuk didata dan dokumentasi. Ukiran yang terbuat dari kayu besi tersebut terinspirasi dari legenda Rumpun Safan Kelompok Suku yang tersebar di wilayah Pantai laut Arafura. Kurum, bapak dua anak ini pun menjelaskan. "Saya punya ukiran ini tentang dua moyang adik-kakak yang menjelma menjadi 'War' Burung Elang dan membangkitkan kembali seorang anak perempuan bernama Sisi. Waktu itu, Kurum menjelaskan, Sisi yang sedang sakit dibawa mamanya Wamonot dan bapaknya Birinamot ke bevak pondok dekat pantai. Sisi yang sakit berat kemudian meninggalkan. Kedua orang tua berlari ke bibir pantai dan menangis tersedu-sedu sambil memanggil minta tolong. Beberapa saat kemudian dua burung Elang War kakak dan Yakane adik terbang dan hinggap tepat di sisi jenasah. Si War mengeluarkan 'Erampok' ramuan dari tas yang disebut Esaka yang digantung di lehernya lalu menghidupkan Sisi. Seniman Kurum secara detail memperlihatkan peristiwa itu pada ukirannya. Pada sisi kiri, tampak War sedang 'menarik' roh Sisi yang sudah meninggal untuk dihidupkan kembali dibantu bapak Sisi. Sebelah kanan Wamonot memegang kepala Sisi yang perlahan-mulai bernapas dan membuka matanya. Seleksi ukiran dan anyaman akan berlangsung sampai 24 Agustus di distrik lain dengan menargetkan lebih dari 200 ukiran terbaik dan sejumlah kerajinan tangan seniwati yang akan memeriahkan Pesta Budaya Asmat ke-34 akhir November mendatang. Meski belum ada pengumuman resmi tapi panitia sudah mengumumkan seniman dan warga yang hadir bahwa mulai tahun 2019 ini nama event "Pesta Budaya Asmat" yang dipakai sejak 1992 diganti nama menjadi FAP Festival Asmat Pokman . Pokman adalah kata bahasa Asmat yang berarti hasil karya sehingga FAP adalah Festival tentang karya seni Suku Asmat dan suku-suku lokal lain di wilayah Kabupaten Asmat. Foto: John Ohoiwirin

    15 Agustus 2019
  • Pesona Wisata KEK Mandalika dan Destinasti Pantai Pulau Lombok

    Lombok merupakan salah satu destinasi wisata yang istimewa di Indonesia. Di Lombok Tengah, ada kawasan yang digarap secara khusus untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian warga Nusa Tenggara Barat secara umum. Kawasan Ekonomi Khusus KEK Mandalika menawarkan pesona pantai hingga pemandangan alam bawah laut yang memukau. KEK Mandalika termasuk tuan rumah perhelatan akbar kejuaraan balap motor internasional MotoGP pada 2021 mendatang. Yuk, intip destinasi wisata di Mandalika dengan nuansa eksotis dan tropis yang bisa kamu kunjungi!

    14 Agustus 2019
  • Bertajuk Main, Ini yang Dipamerkan pada Festival Seni Rupa Anak Indonesia

    Pengunjung memperhatikan sebuah lukisan pada Festival Seni Rupa Anak Indonesia di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019. Festival ini mengangkat tajuk "Main". Festival Seni Rupa Anak Indonesia yang terdiri dari pameran, lokakarya, pemutaran film, permainan, dan dongeng ini diharapkan menjadi rumah yang kondusif bagi anak-anak untuk bermain, belajar, dan berkreasi.

    1 Agustus 2019
  • Danau Toba Bakal Jadi Destinasi Wisata Internasional

    Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat PUPR membangun sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional KSPN Danau Toba, Sumatera Utara, menjadi destinasi wisata skala internasional. Infrastruktur yang dibangun antara lain pembangunan jalan lingkar samosir, jembatan Tano Ponggol, revitalisasi Danau Toba, embung, instalasi pengolahan air, sanitasi, dan penataan kawasan tepi Danau Toba. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pada tahun 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp2,4 triliun atau lebih besar dari tahun 2019 sebesar Rp821,3 miliar. "Kementerian PUPR sudah membuat program pengembangan KSPN Danau Toba. Program tersebut merupakan program terpadu dari seluruh sektor yang sudah kita survei. Ini belum termasuk kawasan Kaldera, untuk menarik investor di Kaldera kita akan programkan pembangunan jalan Dengan kunjungan hari ini dan dilanjutkan oleh rencana tinjauan Presiden, akan memperhalus program untuk mengubah wajah kawasan Danau Toba menjadi lebih tertata," kata Menteri Basuki saat meninjau penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Parapat, Minggu 28 7 2019 . Penataan kawasan wisata Dolok Sipiak di Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun, dilakukan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2017-2018 dengan biaya Rp5,8 miliar. Kawasan yang berada di atas bukit tersebut menjadi tujuan wisata karena dari lokasi ini wisatawan mendapatkan pemandangan Danau Toba yang indah. Agar lebih tertata dan nyaman dikunjungi, Kementerian PUPR membangun sejumlah fasilitas berupa ruang sanggar tari, amphitheatre, gardu pandang, area bermain, toko souvenir, dan parkir kendaraan. Tidak jauh dari lokasi tersebut, Kementerian PUPR juga akan melakukan penataan pedestrian Pesanggrahan Bung Karno yang pernah menjadi rumah pengasingan Presiden pertama Indonesia tersebut. Penataan pedestrian juga akan dilakukan di area Pasar Sisi Danau Toba di Parapat. Untuk menambah ruang terbuka pada wilayah tersebut, Kementerian PUPR tahun ini telah menganggarkan Rp50 miliar untuk penataan ruang terbuka publik Parapat. Dalam melakukan penataan KSPN Danau Toba, Kementerian PUPR melibatkan Arsitek Nusantara Yori Antar yang juga terlibat dalam pembenahan kawasan pariwisata Labuan Bajo, NTT. "Pengembangan kawasan wisata tidak cukup dengan konsultan teknik, namun juga perlu melibatkan arsitek agar infrastruktur yang dibangun tidak kaku, sehingga perlu diperhalus melalui arsitektur," ujarnya. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Tobasa Darwin Siagian, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Didiet A. Akhdiat, Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Kepala BBPJN II Medan Sumatera Utara Selamet Rasidi, Kepala Balai Wilayah Sungai BWS Sumatera II, Roy Pardede, Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja, dan Arsitek Nusantara Yori Antar. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

    30 Juli 2019
  • ⁣Berwisata ke Istana Basa Pagaruyung yang Pernah Terbakar

    Berkunjung ke Istana Basa Pagaruyung di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Istana Basa yang berjarak 5 kilometer dari pusat kota Batusangkar, merupakan obyek wisata budaya yang terkenal da wajib dikunjungi Istana Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istana Basa yang asli terletak di atas bukit Batu Patah dan dibakar habis pada tahun 1804 oleh kaum paderi yang kala itu memerangi para bangsawan dan kaum adat. Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966. Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo tiang utama pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatra Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Di musim liburan, jumlah pengunjung bisa mencapai angka 13.600 orang per harinya, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat.

    12 Juli 2019
  • Kerajinan Wayang Golek Menarik Perhatian Wisatawan Mancanegara

    Perajin wayang golek Kang Enday 45 menjelaskan karakter wayang golek buatan ayahnya Entang Sutisna kepada wisatawan asing asal Belanda di industri pembuatan wayang golek rumahan di Bogor, Jawa Barat. Industri pembuatan wayang golek yang berdiri sejak tahun 1965 tersebut dibanderol harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Wayang golek dengan lebih dari 300 karakter ini diekspor hingga manacanegara, seperti benua Eropa, Benua Amerika, benua Afrika, dan benua Asia.

    7 Juli 2019
  • Lakon Celeng Oleng Gambarkan Sisi Buruk Sifat Masyarakat

    Program Indonesia Kita yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation diselenggarakan pada 5 dan 6 Juli 2019 di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, menampilkan lakon Celeng Oleng. Celeng atau babi liar bertaring menjadi lambang kerakusan, simbol kebencian, dan menang sendiri, yang menggambarkan sisi buruk dari sifat masyarakat. Foto: Anggoro Tri Wicaksono Kayak Production

    7 Juli 2019
  • Pameran Instalasi Digital Mirip Museum TeamLab Borderless Tokyo Ada di Jakarta

    Pameran instalasi digital, TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives hadir di Gandaria City, Jakarta, pada 26 Juni 2019. Pameran ini mengangkat tema "Teknologi dan Seni dengan Visual Digital". Teknologi yang digunakan yakni proyektor miliki 3LCD Epson yang mengusung teknologi dengan pencahayaan tinggi. Ini merupakan wahana terbesar dengan mencapai 2.000 meter persegi dan memiliki durasi paling lama enam bulan yang dikerjakan partner mereka, TeamLab. Lima wahana pada instalasi ini, yakni Animal Flowers, Symbiotic Lives, Graffti Nature: Lost, Immersed and Reborn, Sliding through the Fruit Field, dan Sketch Aquarium. Sementara, Light Ball Orchestra sendiri tidak menggunakan proyektor karena hanya memanfaatkan bola-bola bohlam yang besar. Pameran instalasi dengan proyektor Epson ini mirip Museum TeamLab Borderless di Odiba, Tokyo. Baca Juga Artikel: Instalasi Digital TeamLab Future Park Jakarta Manfaatkan Proyektor Epson

    27 Juni 2019
  • Wisata Monas Jadi Andalan Warga Ibu Kota Nikmati Libur Lebaran

    Warga menikmati liburan di Monumen Nasional Monas , Jakarta Pusat, Sabtu 8 Juni 2019. Memanfaatkan libur Lebaran, warga Ibu Kota dan sekitarnya memilih berkunjung ke Monas bersama keluarga dan kerabat.

    7 Juni 2019
  • Libur Lebaran, Alun-Alun Selatan Yogyakarta Ramai Dikunjungi Wisatawan

    Berwisata ke alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta saat libur lebaran, Rabu 5 Juni 2019. Alun-alun Kidul yang biasa disingkat Alkid atau dalam Bahasa Indonesia berarti Alun-alun Selatan, merupakan wilayah bagian selatan dari Kraton Yogyakarta. Menjelang sore hingga malam hari, Alkid menjelma sebuah tempat rekreasi yang tentunya sayang untuk dilewatkan. pada malam hari kawasan Alkid ini juga menjadi wisata bersepeda. yaitu sepeda hias yang dihiasi lampu warna warni atau biasa disebut odong-odong bagi pengunjung. Pada bagian tengah alun-alun terdapat dua buah pohon beringin yang usianya cukup tua dan keduanya dibatasi oleh pagar benteng yang kokoh. Pohon Beringin ini pun menjadi sebuah obyek permainan yang menarik yaitu ritual laku masangin. Berawal dari kepercayaan masyarakat Yogyakarta tentang orang yang berhasil melewati kedua Pohon Beringin tersebut dengan menutup mata, maka akan dipermudah dalam meraih cita-citanya, maka saat ini banyak wisatawan yang menyempatkan waktu untuk berkunjung mencoba permainan tersebut. Saat ini masangin bukan lagi menjadi ritual, melainkan hanya sebatas permaian. Sejarahnya Alun-alun Kidul merupakan sasana latihan ketangkasan untuk para prajurit keraton. Halaman belakang istana Raja Jogja ini juga sarat akan cerita. Konon dibangunnya alun-alun ini agar bagian belakang Kraton nampak seperti bagian depan yang juga ditanami pohon beringin kembar. Hal ini bertujuan supaya keraton tidak terkesan membelakangi Laut Selatan yang dikuasai Ratu Kidul. style type "text css" p.p1 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 p.p2 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px font: 12.0px Helvetica color: 454545 min-height: 14.0px p.p3 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px text-align: justify font: 12.0px Helvetica color: 454545 p.p4 margin: 0.0px 0.0px 0.0px 0.0px text-align: justify font: 12.0px Helvetica color: 454545 min-height: 14.0px style

    6 Juni 2019