Seperti tahun-tahun sebelumnya. Berbagai eskpresi kegembiraan ditunjukkan para pelajar di Kota Malang, dengan aksi corat-coret baju. Namun ada yang berbeda di tahun ini. Aksi konvoi di jalanan, mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian Polres Malang Kota.
Salah seorang peserta konvoi, Adrian, 18 mengaku sengaja dating ke Kota Malang, untuk merayakan kelulusan bersama teman-temannya. Dia sendiri, berasal dari sekolah swasta di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Sebelum konvoi dilakukan, Irfan dengan menggunakan pengeras suara meminta para peserta konvoi menaati aturan lalulintas. Termasuk menyalakan lampu untuk kendaraan roda dua, mengenakan helm standard, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Kenyataannya, meski sudah diingatkan dan dikawal polisi, para peserta konvoi masih saja banyak yang tidak taat.
Sebelum konvoi dilakukan, Irfan dengan menggunakan pengeras suara meminta para peserta konvoi menaati aturan lalulintas. Termasuk menyalakan lampu untuk kendaraan roda dua, mengenakan helm standard, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Kenyataannya, meski sudah diingatkan dan dikawal polisi, para peserta konvoi masih saja banyak yang tidak taat.
Sebelum konvoi dilakukan, Irfan dengan menggunakan pengeras suara meminta para peserta konvoi menaati aturan lalulintas. Termasuk menyalakan lampu untuk kendaraan roda dua, mengenakan helm standard, dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Kenyataannya, meski sudah diingatkan dan dikawal polisi, para peserta konvoi masih saja banyak yang tidak taat.
Ribuan pelajar memenuhi jalanan di Kota Malang. Masih mengenakan seragam penuh dengan coretan cat, serta tanda tangan. Para pelajar yang baru dinyatakan lulus sekolah ini, melakukan aksi konvoi keliling kota.
(yus)
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari