Perjuangan Seorang Baiq Nuril Tuntut Keadilan

Arif Julianto/okezone, Jurnalis · Senin 15 Juli 2019 18:59 WIB

Terpidana kasus ITE Baiq Nuril saat menyerahkan surat permohonan amnesti atau permohonan pengampunan terkait kasusnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kasus ini bermula saat Baiq Nuril menerima telepon dari Kepala Sekolah (Kepsek) M pada 2012, dimana dalam perbincangan itu, Kepsek M menceritakan tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Nuril. Karena merasa dilecehkan, Nuril merekam perbincangan tersebut.

Pada tahun 2015, rekaman itu beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat Kepsek M geram yang akhirnya melaporkan Nuril ke polisi karena merekam dan menyebar rekaman tersebut. Mahkaham Agung melalui putusan kasasi pada 26 September 2018 menghukum Baiq Nuril 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca Juga: Ini Isi Surat Permohonan Amnesti Baiq Nuril ke Jokowi

 

(jul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini