Pemalsu Rapid Test Antigen Terancam 12 Tahun Penjara

Ali Masduki, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 15:52 WIB
Mahasiswa asal Jember Imam Baihaqi, mengenakan baju tahanan ketika ditunjukkan dalam gelar perkara pemalsuan surat keterangan hasil rapid tes antigen, di Mapolda Jawa Timur, di Surabaya, Senin 11 Janauri 2021. Pemuda 24 tahun tersebut dibekuk tim Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim atas dugaan memanipulasi data dan melakukan pemalsuan surat hasil rapid test antigen.
 
Surat hasil rapid test antigen negatif Covid-19 dijual Rp200 per lembar. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 51 Jo pasal 35 UU ITE dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, dengan denda Rp12 miliar, Jo pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Foto : Sindo/Ali Masduki) (hru)
 

(ali)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini