Makna dan Sejarah Lampion saat Perayaan Imlek

Arif Julianto/okezone, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 07:45 WIB

Pengurus tengah memasang lampion pemberian umat di kelenteng Boen San Bio di Tangerang, Kamis 28 Januari 2021. Sebanyak 800 lampion tersebut di pasang untuk mempercantik Kelenteng jelang perayaan Imlek yang jatuh pada Jumat 12 Februari 2021. 

 

Keberadaan lampion merupakan tradisi yang tidak dipisahkan saat perayaan Imlek dan Cap Gomeh. Lampion menandai peralihan tahun dalam penanggalan Tiongoa. Tanpa lampion perayaan Imlek kurang terasa meriah tanpa kehadiran lampion yang menghiasi Kelenteng, sudut-sudut jalan dan rumah peranakan Tiong Hoa.

 

Jika dirunut dari sejarah, tradisi memasang lampion sudah ada di daratan China sejak era Dinasti Xi Han sekitas abad ke-3 masehi. Munculnya lampion hampir bersamaan dengan dikenalnya tehnik pembuatan kertas. 

 

Makna pendar cahaya merah lampion memiliki makna tersendiri yaitu. Nyala merah lampion menjadi simbol pengharapan, bahwa di tahun yang akan datang diwarnai dengan keberuntungan, rejeki dan kebahagiaan, dan juga memasang lampion dimaknai sebagai pengusir kekuatan jahat. (Foto : Okezone/Arif Julianto) (hru)

(jul)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini