Pengajar Astronomi UMSurabaya: Proses Terjadinya Gerhana Patahkan Isu Bumi Itu Datar

Ali Masduki, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 21:46 WIB

Dosen dan mahasiswa Prodi Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) melakukan pengamatan gerhana bulan total menggunakan bantuan teleskop di Rooftop Gedung At-Tauhid Tower lantai 4, UMSurabaya, Jawa Timur, Rabu (26/5/2021). Pengamatan gerhana bulan yang dilaksanakan mulai pukul 17.30 sampai selesai tersebut sebagai pembelajaran fase gerhana serta seni memotret keindahan langit, sekaligus sebagai pengukuran arah kiblat dengan menggunakan matahari.

 

Ketua Prodi Hukum Keluarga Islam, Mohammad Ikhwanuddin, menegaskan bahwa proses terjadinya gerhana merupakan sebuah fenomena alam yang tidak berkaitan dengan mitos apapun. Gerhana adalah sunnatullah. Tidak ada hubungannya dengan kematian maupun kelahiran seseorang, bencana alam, maupun mitos yang diyakini masyarakat seperti ditelannya bulan oleh raksasa atau buto ijo.

 

Disisi lain, Pengajar Astronomi UMSurabaya, Andi Sitti Mariyam mengatakan bahwa secara astronomis proses terjadinya gerhana mematahkan isu yang menyatakan bahwa bumi itu datar. Pada saat bayangan bulan masuk maupun mulai keluar dari bagian umbra, terlihat bayangan bumi membentuk lengkungan. Hal tersebut menunjukkan bahwa bumi itu tidak datar. 

 

(Foto: Sindo/Ali Masduki) (hru) 

(ali)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini