Kenapa Dinamakan Super Blood Moon, Ini Penjelasannya

Ali Masduki, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 05:02 WIB

Foto montase proses fenomena Gerhana Bulan Total yang menghiasi langit kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (26/5/2021). Fenomena alam yang populer disebut Super Blood Moon ini dapat disaksikan dengan mata telanjang dari seluruh kota Surabaya.

 

Gerhana bulan kali ini disebut sebagai Super Blood Moon, yakni gabungan antara Supermoon dan Bloodmoon. Supermoon adalah istilah ketika bulan purnama berada pada titik terdekatnya dengan bumi atau titik perigee, yakni berjarak sekitar 357.462 kilometer dari bumi. Sementara saat berada pada titik terjauh atau apogee, bulan berjarak 407.000 kilometer dari bumi. Karenanya bulan pada saat supermoon akan terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih cerah daripada purnama saat jarak terjauhnya.

 

Istilah bloodmoon menunjukkan tampilan bulan yang berwarna merah saat gerhana akibat pembiasan cahaya matahari oleh lapisan atmosfer bumi. Saat puncak gerhana berlangsung, bulan tidak sepenuhnya berwarna gelap namun akan berwarna kemerahan.

 

Rangkaian gerhana bulan berada pada tujuh fase, yakni awal penumbra pada pukul 15.46, awal umbra pukul 16.44, awal gerhana total pukul 18.09, puncak gerhana pukul 18.18, akhir gerhana total pukul 18.28, akhir umbra pukul 19.52, dan akhir penumbra pukul 20.51. Total proses gerhana memiliki durasi waktu 5 jam lebih 5 menit. Sementara itu, matahari tenggelam untuk wilayah surabaya pada pukul 17.18. 

 

(Foto: Sindo/Ali Masduki) (hru) 

(ali)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini