Melihat Candi Jolotudo, Warisan Kerajaan Majapahit yang Masih Terjaga

Ali Masduki/Koran SINDO Jatim, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 22:43 WIB
Suasana hening diarea Candi Jolotundo yang berdiri kokoh di desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu 15 September 2021.
 
Candi Jolotundo yang berada pada ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan berada pada bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan dan menyuguhkan arsitektur bangunan yang sangat megah tersebut merupakan salah satu warisan budaya peninggalan kerajaan Majapahit yang hingga kini masih terjaga.
 
Candi yang juga dikenal dengan nama petirtaannya (pemandian) ini didirikan pada tahun 997 masehi oleh Raja Udayana. Hal itu terlihat dari pahatan angka kuno yang melekat disalah satu tembok Candi Jolotundo. Menariknya, sumber mata air terus mengalir dari sela-sela ukiran. Bahkan air ini tidak pernah surut dan kering meski musim kemarau.
 
Sumber mata air Candi Jolotundo memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi. Masyarakat percaya bahwa air yang berasal dari sumber mata air Candi Jolotundo memiliki banyak khasiat, seperti dapat menyembuhkan berbagai penyakit sampai mampu membuat awet muda. (FOTO: SINDO/ALI MASDUKI) (ddk)

(alm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini