100 Tahun Audax BRM200, Bersepeda 200 KM Kampanye Birukan Langit

MPI, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 10:23 WIB

Para peserta mengikuti event Bekasi Urban Cycling Challenge edisi khusus untuk merayakan 100 tahun audax BRM200 di dunia. Bersepeda dengan jarak 200 kilometer ini harus diselesaikan dengan batas waktu maksimal 13,5 jam. 

 

Acara ini diikuti dari berbagai komunitas sepeda dan segala jenis sepeda, baik mulai dai road bike, mtb, sepeda touring dan sepeda lipat. Tak hanya para pria yang mengikuti ajang ini, ada juga peserta perempuannya yang pasti seru.

 

Rute sepanjang 200 km, start dan finis di Bekasi, para peserta disajikan pemandangan alam yang indah seperti sawah dengan latar belakang bukit-bukit di daerah Kecamatan Cariu yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Karawang.

 

Acara ini juga sekaligus mengkampanyekan masyarakat untuk bersepeda, baik sebagai alat transportasi atau berolahraga, agar polusi dari kendaraan berkurang agar udara yang dihirup menjadi lebih segar dan langit tetap biru.

 

Sejarah Audax itu sendiri, pada 12 Juni 1897, sekelompok pesepeda Italia menjalani rute antara kota Roma dan Napoli yang berjarak 230 kilometer, dalam waktu satu hari. Mengingat sulitnya kondisi untuk bersepeda pada waktu itu, upaya ini dianggap audacious (sangat berani) atau dalam bahasa Latin disebut audax.

 

Dari sejarah itulah, kegiatan bersepeda jarak jauh (long distance cycling) yang tidak bersifat kompetitif (balapan) atau semacam touring, namun diberikan batas waktu, disebut dengan audax.

 

(Foto: MPI/Dalkotloop for Audax Indonesia dan JKI) (hru)

(MPI)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini