Share

Teknologi Kian Maju, TGB Zainul Majdi Ajak Tinggalkan Rekam Jejak Digital yang Baik

MPI, Jurnalis · Jum'at 14 Oktober 2022 08:40 WIB

Rekam jejak digital menjadi hal yang harus dijaga generasi muda saat ini. Hal ini disampaikan oleh Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Indonesia TGB HM Zainul Majdi.

 

"Ketika rekam jejak digital tak baik, maka akan terus terekam. Hati-hati bermedsos," katanya, Kamis (13/10).

 

TGB menyampaikan hal ini saat mengisi kuliah umum di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan tema peluang revolusi industri 5.0.

 

Dikatakan, rekam jejak yang baik akan jadi penopang bagi generasi muda untuk dapat berkiprah di masyarakat. Memang kemajuan teknologi akan terus terjadi, namun karakter manusia tetap menentukan.

 

"Semaju apapun revolusi karakter kita sebagai manusia menentukan," ungkapnya.

 

TGB mencontohkan, dahulu ketika ada orang berjualan dapat menentukan harga sepihak. Harga hasil pertanian ditekan, petani tak tahu hal itu.

 

"Kondisi saat ini berbeda. Begitu memanipulasi harga, dengan mudah dapat dicek melalui smartphone," katanya.

 

"Disini kejujuran akan sangat diperlukan. Penting untuk menjaga kepercayaan," sambungnya.

 

Doktor Ahli Tafsir Alquran ini mengatakan, dahulu  dapat jadi DPR karena berkhidmat untuk masyarakat. Memberikan apa yang dibutuhkan masyarakat melalui pengajian. 

 

"Baru kemudian berlanjut menjadi gubernur. Itu dilihat karena rekam jejak," terangnya.

 

Terkait kemajuan revolusi industri, kata TGB,  boleh bergelombang, tapi tetap dibelakangnya ada manusia. Aplikasi teknologi yang hadir saat ini bukan karena revolusi industri, tapi lahir dari otak manusia.

 

"Karakter sebagai manusia yang utama dan menentukan," urainya.

 

Ketua Harian Nasional Partai Perindo menambahkan, menyambut revolusi industri 5.0 yang perlu dilakukan anak muda adalah membangun percaya diri. Manusia sebagai khalifah, memegang kendali, diberikan tugas, dan kepercayaan.

 

"Ada tujuan diciptakan. Harus membangun kepercayaan diri sebagai mahasiswa," katanya.

 

Berikutnya, dalam situasi apapun orang akan mencari keahlian atau ekspertis. Ketika dokter tugas dimanapun dikejar pasien, menunjukkan dokter itu memang ahli.

 

"Adik-adik pun harus menjadi ahli. Proses (ahli) ini hasil dari disiplin," katanya.

 

Pemantik diskusi, Rudi Zulham Hasibuan mengatakan, ketika seseorang memulai berusaha atau bisnis, modalnya awalnya bukanlah uang. Berdasarkan pengalamannya, modal awalnya adalah dapat dipercaya.

 

"Ini kemudian (dapat dipercaya) membuat kita banyak direkomendasikan orang lain," katanya.

 

Selanjutnya, kata Ketua DPW Partai Perindo Sumut ini, untuk menjadi pengusaha juga harus berani mencoba. Mampu atau tidak untuk dapat naik kelas. 

 

"Terakhir bertanggung jawab ketika ada kesalahan atau kekhilafan, tuntaskan hingga selesai. Jangan menyerah," katanya.

(MPI)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini