Share

Respons Viral Video Scamming Village, Sandiaga Pacu Pelaku Parekraf Kuasai Bahasa Inggris

Dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jurnalis · Selasa 20 Desember 2022 16:01 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya akan terus memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
 
Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno terkait video viral dari seorang wisatawan mancanegara (wisman) yang menyebut Desa Wisata Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai scamming village. Turis bernama Davud Akhundzada mengaku kena scam di Desa Adat Sade.
 
Menurutnya pelatihan dan pendampingan ini khusus diberikan kepada pelaku pariwisata dan ekraf di desa wisata agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan.
 
"Kami meyakini Desa Wisata Sade adalah desa yang indah, dengan kekuatan budaya dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya. Kita akan terus lakukan pendampingan dan pelatihan termasuk peningkatan kemampuan bahasa Inggris masyarakat," kata Menparekraf Sandiaga dalam "Weekly Brief with Sandi Uno", secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 19 Desember 2022. 
 
Terkait persepsi yang disampaikan seorang wisman di media sosial tentang Desa Wisata Sade adalah kesalahan persepsi dan komunikasi.
 
Karenanya Menparekraf Sandiaga mengapresiasi gerak cepat dari masyarakat Desa Wisata Sade termasuk anggota tim Monev KEK Kemenparekraf, Taufan Rahmadi yang menaruh perhatian lebih terhadap isu ini.
 
"Sebelumnya yang terjadi adalah salah persepsi karena kedua pihak tidak berkomunikasi dengan baik dan lancar sehingga terjadi penggiringan opini terhadap Desa Wisata Sade yang dikesankan tidak memperlakukan wisatawan dengan baik," kata Sandiaga.
 
Oleh karena itu, pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat di dalamnya.
 
"Pendampingan nantinya juga akan melibatkan Poltekpar Lombok. Selain bahasa Inggris, juga akan ada pendampingan terhadap produk ekraf agar ada standardisasi kualitas dan juga harga dengan batasan-batasan harga produk ekraf yang layak dan pantas untuk daerah Lombok Tengah," kata Sandiaga.
 
Ketua Pokdarwis Desa Wisata Sade, Sanah, mengatakan apa yang dipersepsikan seorang wisman di media sosial sangatlah tidak benar. Masyarakat Desa Wisata Sade sudah sejak lama sangat terbuka terhadap wisatawan dan selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik.
 
"Kami sudah mengidentifikasi apa yang menjadi kekurangan kami dan in sya Allah kami sudah mulai berbenah diri untuk menjadi lebih baik" kata Sanah. (Dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) (ddk)

(Dokumentasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini