Neraca Dagang Surplus Disebabkan Nilai Ekspor yang Lebih Besar

Eko Purwanto/Sindo, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 12:18 WIB

Pekerja menyelesaikan pembuatan gedung dikawasan Jakarta Barat, Senin 18 Januari 2021. Presiden Joko Widodo menyatakan surplus neraca dagang yang mencapai US$2,1 miliar pada Desember 2020, adalah momentum yang harus dijaga. Hal ini juga dipandang sebagai sinyal mulai pulihnya ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca dagang ini disebabkan oleh nilai ekspor yang lebih besar ketimbang realisasi impornya. Pada Desember 2020, ekspor tercatat senilai US$16,54 miliar sedangkan impornya US$14,44 miliar. (Foto : Sindo/Eko Purwanto)

(ekp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini