Share

Mengintip Pembuatan Warna-warni Tenun Songket Suku Sasak di Desa Sade Lombok

Ali Masduki/Koran SINDO Jatim, Jurnalis · Minggu 06 Desember 2020 07:47 WIB
Seorang perempuan Suku Sasak menyelesaikan proses pembuatan kain tenun di Dusun Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 5 Desember 2020. Kain tenun khas suku Sasak Sade tersebut dijual Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
 
Suku Sasak yang merupakan suku asli Lombok tinggal dalam satu rumpun di Desa Sade. Sebuah desa yang hingga saat ini masih menjaga adat istiadat dan kebudayaan suku asli Pulau Lombok ini menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. 
 
Kehidupan Suku Sasak ini juga masih sangat tradisional. Mereka memilih hidup lebih dekat dengan alam. Rata-rata mata pencaharian mereka dari hasil tenun, memproduksi gelang-gelang etnik dan pertanian. Bahkan bangunan tempat tinggal desa Sade Lombok tersebut masih menggunakan bahan dasar alam. Dinding rumah dari anyaman bambu dan atapnya dibuat dari ilalam. 
 
Desa di Lombok ini hanya memiliki sekitar 150 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang lebih 700 orang. Permukiman penduduk Suku Sasak yang ada di Desa Sade, Lombok Tengah ini juga dekat dengan Bandara Internasional Lombok. Sekitar 11 kilometer atau dapat ditempuh dengan waktu 17 menit berkendara. (Foto: Koran Sindo/Ali Masduki)

(Ali Masduki/Koran SINDO Jatim)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini