Share

TGB Zainul Majdi Isi Kuliah Umum di Universitas Borneo

Dokumentasi Perindo, Jurnalis · Selasa 13 September 2022 20:21 WIB

Tokoh nasional TGB HM Zainul Majdi mengisi kuliah umum di Universitas Borneo, Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa 13 September 2022. Kuliah umum bertema membangun SDM Unggul Menyambut IKN Nusantara di Bumi Kalimantan.

Mahasiswa UBT Risau dengan IKN, TGB Zainul Majdi : Kita Bersyukur Presiden Jokowi Berpikir Indonesiasentris

Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) risau dengan ibu kota negara nusantara (IKN). Sejumlah mahasiswa meragukan kesiapan SDM dan gangguan kearifan lokal.

Hal ini disampaikan kepada tokoh nasional TGB HM Zainul Majdi mengisi kuliah umum di UBT di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (13/9) dengan tema SDM Unggul Menyambut IKN Nusantara di Bumi Kalimantan.

Salah satu mahasiswa Aldiansyah mengatakan, pemindahan ibukota dapat memicu kecemburuan sosial, antara pendatang dan penduduk lokal.

"Seperti apa kita menyikapi hal ini dan bagaimana Bapak (TGB) melihatnya," katanya.

Tak jauh berbeda, Nirmala dari Fakultas Hukum menilai bila status IKN Nusantara di Pulau Kalimantan seolah dipaksakan. Dimana kondisi ekonomi, jumlah penduduk, maupun infrastruktur harus mendukung.

"Apa menurut Bapak sudah tepat dengan IKN ini," ucapnya.

TGB menjelaskan, bila pembangunan IKN ini menghitung jumlah manusia maka tak pernah Indonesiasentris tercipta. Sama halnya seperti membangun jalan tol berdasar kendaraan, hal yang sama berlaku juga untuk bandara.

"Kalau pertimbangan jumlah manusia dan hitungan ekonomi maka akan menumpuk pembangunan di satu pulau," katanya.

"Kita bersyukur Pak Presiden Jokowi pembangunannya Indonesiasentris, jadi terjadi pemerataan," sambungnya.

Ketua Harian Nasional Partai Perindo ini mengurai, bila hitungannya untung dan rugi, maka jalan tol di Sumatera dan Kalimantan tak akan terbangun 20 sampai 30 tahun ke depan. Karena hitungannya adalah jumlah kendaraan.

"Kalau sekadar dukungan politik, dimana dukungan paling banyak makan bikin saja banyak-banyak pembangunan di Jawa. Pasti dapat dukungan politik," ucapnya.

Pemimpin, kata TGB, berkewajiban menghadirkan pemerataan sehingga Indonesia tetap terikat sebagai bangsa sampai kapanpun. Itulah yang diyakini dengan adanya IKN di kalimantan akan berikan efek berlipat-lipat bagi wilayah ini.

"Kenapa sekarang, kalau tak sekarang kapan lagi. Seperti dikatakan menunggu korupsi dihilangkan, tentu tak akan selesai," imbuhnya.

Tak mengherankan bila saat pidato Presiden Jokowi di depan Anggota DPR dan DPD RI 16 Agustus lalu, satu diantara lima hal yang disampaikan adalah tentang pembangunan IKN. Tinggal kemudian mahasiswa UBT menyiapkan diri.

"Giliran ananda semua menyiapkan diri. Nanti ananda semua yang akan terlibat dalam IKN," imbuhnya. (Dokumentasi Perindo) (ddk)



 

(Dokumentasi Perindo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini